Support : alikhlastaliwang@gmail.com

EMAIL

alikhlastaliwang@gmail.com

Call Now

+6281 1390 448

POST

  • Home
  • Post
  • At-tarbiah Al-`amaliah Siswa Akhir KMI Al-Ikhlas Taliwang 2018. Bekal Menjadi Guru Profesional
At-tarbiah Al-`amaliah Siswa Akhir KMI Al-Ikhlas Taliwang 2018. Bekal Menjadi Guru Profesional
06 Mar

At-tarbiah Al-`amaliah Siswa Akhir KMI Al-Ikhlas Taliwang 2018. Bekal Menjadi Guru Profesional

Sudah menjadi sunnah Pondok Pesantren Al-Ikhlas Taliwang, bagi seluruh siswa akhir Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI) untuk mengikuti program At-tarbiah Al-`amaliah yang menjadi syarat mutlak untuk menjadi seorang pengajar.

Sebelumnya diadakan pembekalan selama dua hari bagi seluruh siswa/wi akhir KMI dan segenap dewan guru pembimbing. Materi pembekalan yang diberikan adalah terkait dengan nilai-nilai guru, bagaimana menjadi guru yang baik, yang memiliki jiwa guru sesuai dengan prinsip-prinsip yang diteladani oleh Rasulullah SAW.

Selain berhubungan dengan nilai-nilai guru, pembekalan juga berkaitan dengan metode mengajar (thoriqoh), materi yang akan disampaikan (maaddah), bahasa yang akan digunakan (lughoh), kepribadian guru ketika mengajar (ahwal mudarris), bahkan cara mengkritik/ evaluasi guru (darsun an-naqdi) juga disampaikan saat pembekalan.

Program yang berjalan selama kurang lebih 1 minggu ini melibatkan beberapa guru muda sampai guru senior untuk menjadi pembimbing. Setiap siswa yang akan menjalani amaliyah akan diberi waktu kurang lebih 3 hari untuk membuat persiapan mengajar (I’dad) yang akan disampaikan saat mengajar serta melaporkan persiapannya ke pembimbing untuk diperiksa.

Sebelum praktek , masing-masing diminta untuk menghubungi guru materi untuk bertanya materi apa yang harus diberikan, kemudian membuat persiapan mengajar selengkap-lengkapnya, karena di Al-Ikhlas Taliwang setiap guru harus menulis persiapan mengajar (i’dad) setiap harinya sebelum masuk kelas. Khusus i’dad Tarbiyah Amaliyah Tadris ditulis di atas kertas hvs, tidak hanya materi yang akan diajarkan, tapi setiap gerak-gerik kita juga harus tertulis di dalamnya. Menggunakan bahasa Arab/Inggris i’dad itu ditulis dengan tangan, bukan komputer, kemudian harus segera diserahkan ke guru pembimbing untuk diperiksa dan dikoreksi, dan akan ditandatangani setelah diperbaiki dan diajukan lagi.

Setiap siswa yang sedang menjalani amaliyah akan disimak oleh teman-teman se kelompoknya dan guru-guru pembimbing sebagai kritikus guna mencari beberapa hal yang tak sesuai dengan buku pedoman selama mengajar. Hal ini mencakup beberapa hal, antara lain RPP atau persiapan materi mengajar, metode mengajar, materi yang disampaikan, keadaan guru, bahasa, serta kecakapan guru. Semuanya akan dinilai. Usai praktek mengajar ini akan dievaluasi berdasarkan kritikan dan masukan-masukan dari para santri kelas akhir lain dan dewan guru.

Pelajaran yang digunakan untuk amaliah ini antara lain Mutholaah, Muhadatsah, Tarjamah, Tarikh Islam, Reading, Ushul Fiqh, Mahfudzot, Khot, Nahwu, al-quran dan Imla. Siswa harus siap untuk menerima pelajaran yang sudah ditentukan oleh panitia.

Semoga dapat mencetak sosok guru yang memiliki jiwa pejuang yang siap mengabdi dan bermanfaat untuk ummat, bangsa, dan agama. Amin.